RSS

RUANG LINGKUP EKONOMI

04 Apr

1.Definisi dan Metodologi Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Menurut Albert L. Meyers ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia. Kata kunci dari definisi ini adalah;
pertama, tentang “kebutuhan” yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas.
Kedua, tentang” pemuas kebutuhan” yang memiliki ciri-ciri “terbatas” adanya. Aspek yang kedua inilah menurut Lipsey yang menimbulkan masalah dalam ekonomi, yaitu karena adanya suatu kenyataan yang senjang, karena kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa jumlahnya tak terbatas, sedangkan di lain pihak barang-barang dan jasa-jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sifatnya langka ataupun terbatas. Itulah sebabnya maka manusia di dalam hidupnya selalu berhadapan dengan kekecewaan maupun ketidakpastian. Definisi ini nampaknya begitu luas sehingga kita sulit memahami secara spesifik. Ahli ekonomi lainnya yaitu J.L. Meij mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran. Pendapat tersebut sangat realistis, karena ditinjau dari aspek ekonomi di mana manusia sebagai mahluk ekonomi (Homo Economicus) pada hakekatnya mengarah kepada pencapaian kemakmuran.
Kemakmuran menjadi tujuan sentral dalam kehidupan manusia secara ekonomi, sesuai yang dituliskan pelopor “liberalisme ekonomi” oleh Adam Smith dalam buku “An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations” tahun 1976. Namun dengan cara bagaimana manusia itu berusaha mencapai kemakmurannya ? Dalam definisi yang dikemukakan Meij memang tidak dijelaskan. Kemudian Samuelson dan Nordhaus mengemukakan “Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, untuk kemudian menyalurkannya baik saat ini maupun di masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Menurut Samuelson 2 bahwa ilmu ekonomi itu merupakan ilmu pilihan.
Ilmu yang mempelajari bagaimana orang memilih penggunaan sumber-sumber daya produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera dikonsumsi.
Jika disimpulkan dari tiga pendapat di atas walaupun kalimatnya berbeda, namun tersirat bahwa pada hakikatnya ilmu ekonomi itu merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan, dengan memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya langka/terbatas itu.
Dengan kata lain yang sederhana bahwa ilmu ekonomi itu merupakan suatu disiplin tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia.
2. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga

Kebutuhan Manusia
Suatu kebutuhan menunjukan senua keinginan manusia terhadap barang dan jasa yang dapat memberikan kepuasan dan diikuti dengan kepemilikan daya beli. Dan kalau, keinginan tidak diikuti oleh kepemilikan daya beli.
Kebutuhan manusia sangat beragam kuantitas dan kualitasnya. Maka dari itu disini akan membahas macam-macam kebutuhan yang mempunyai kelompok berdasarkan intensitasnya, wujud, subjek, sifat, dan waktunya .

1. Berdasarkan Intensitas
a. Kebutuhan Primer : kebutuhan dasar / alamiah yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia .Contoh : kebutuhan akan makanan, pakaian dan perumahan .
b. Kebutuhan Sekunder : kebutuhan ke2 yang harus dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi .Contoh : kebutuhan akan lemari, meja, kursi, televisi.
c. Kebutuhan Tersier : kebutuhan mewah(lux) yang akan dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi .Contoh : mobil mewah, perhiasan, motor dll.

2. Berdasarkan Wujud
a. Kebutuhan Material : kebutuhan yang berbentuk kebendaan yang dapat dilihat dan diraba . Contoh : mobil dan sepatu.
b. Kebutuhan Spiritual : kebutuhan yang tidak terwujud, tetapi dapat memuaskan kebutuhan manusia .Contoh : pendidikan, rekreasi dan agama.

3. Berdasarkan Subjek
a. Kebutuhan Individu : kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang.Contoh : pakaian, rekreasi, motor atau mobil.
b. Kebutuhan Kolektif : kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat umum.Contoh : rumah sakit dan jalan raya.

4. Berdasarkan Sifat
a. Kebutuhan Jasmani : kebutuhan yang bersifat fisik.Contoh : pakaian,sandal dan kacamata.
b. Kebutuhan Rohani : kebutuhan yang bersifat psikis.Contoh : acara keagamaan, rekreasi dan music.

5. Berdasarkan Waktu
a. Kebutuhan Sekarang : kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga Contoh : obat bagi orang sakit, atau makan pada saat lapar.
b. Kebutuhan Masa Sekarang : kebutuhan untuk masa mendatang, tetapi pemenuhannya sekarang.Contoh : asuransi kesehatan atau tabungan.
c. Kebutuhan waktu yang tidak menentukan : kebutuhan yang secara tiba- tiba harus terpenuhi.Contoh : berobat ke dokter karna kecelakaan atau tempat pengungsian bagi korban bencana alam.

2.2 Kelangkaan

Kebatasan dalam ekonomi sering qta artikan sebagai Kelangkaan. Menurut Paul A. Samuelson, Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang-orang dan masyarakat membuat pilihan dengan atau tanpa uang dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa, kemudian mendistribusikan untuk keperluan konsumsi untuk masa kini dan masa mendatang. Ilmu ekonomi digunakan untuk menganalisis biaya dan keuntungan serta memperbaiki corak pennggunaan sumber daya. (Paul A. Samuelson,2002).

2.3 Masalah Ekonomi

1. Apa Saja Barang yang Akan Diproduksi (What)?
Masyarakat harus menentukan jenis dan jumlah barang atau jasa yang akan diproduksi dan menentukan kapan proses produksi dilakukan (Paul A. Samuelson,2002).
2. Bagaimana Cara Memproduksinya (How)?
Barang atau jasa biasanya dapat diproduksi dengan kombinasi sumber daya dan teknik yang oleh sebab itu, masyarakat menghadapi masalah pemilihan teknik mengolah SD dengan biaya paling sedikit untuk setiap satuan barang dan jasa yang diputuskan untuk diproduksi.
3. Untuk Siapa Barang Diproduksi (For Whom) ?
Masyarakat harus menentukan seberapa banyak kebutuhan dari tiap konsumen harus terpenuhi (Paul A. Samuelson,2002). Misalnya : siapa yang akan mengonsumsi sayur-mayur impor? Apakah distribusi pendapatan dan kesehatan sudah merata?

2.4 Biaya Peluang
Kelangkaan/keterbatasan memaksa untuk memilih salah satu dari beberapa dari kebutuhan yang harus dipenuhi. Artinya, kita akan melepas peluang/kesempatan kita untuk memenuhi salah satu jenis kebutuhan lainnya.jadi, dari uraian diatas kita dapat menarik kesimpulan apa pengertian dari biaya peluang itu.
Biaya peluang (opportunity cost) : peluang atau kesempatan dari beberapa alternatif yang tidak di ambil.

2.5 Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.

1.1. Sistem Perekonomian
Bentuk perekonomian yang ada di dunia ini diorganisasi secara berbeda-beda. Organisasi yang dipraktikkan di berbagai Negara dibedakan menjadi 3 bentuk :

1. System ekonomi pasar (kapitalis) : system yang menyerahkan pemecahan dari setiap pertanyaan kepada pasar.
Ciri-ciri :
• Sebagian besar alat-alat produksi dimilliki oleh pribadi/organisasi, bukan pemerintah.
• Setiap orang bebas menjual SDnya menurut pemikiran harga tertinggi.
• Setiap orang bebas menggunaka pendapatnya untuk membeli barang dan jasa untuk memaksimalkan kepuasan mereka.
• Pengusaha bebas menjalankan perusahaannya dengan mengkombinasikan SD(factor-faktor produksi), memakai teknologi yang meminimalkan biaya produksi, dan menjual hasil produksinya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
• Harga barang dan jasa ditentukan oleh mekanisme pasar atau dipengaruhi oleh tindakan pembeli dan penjual di pasar.
• Funngsi pemerintahan sangat dibatasi, yakni hanya mengurus keamanan, beberapa jasa pokok, dan melaksanakan aturan-aturan umum untuk melingdunagi kebebasan-kebebasan politik dan ekonomi.
Kebaikan :
• Pasar memberikan informasi lebih tepat tentang harga, jenis barang dan jumlah permintaan.
• Motivasi para pengusaha terpacu untuk mengembangkan usaha.
• Tingginya motivasi para pengusaha untuk memproleh keahlian modern, seperto pemakaian teknologi dan teknik manajemen.
• Meningkatkan efisien penggunaan barang dan biaya produksi.
• Persaingan usaha meningkatkan kualitas dan kuantititas barang dan jasa.
• Kreasi dan inovasi masyarakat bebas berkembang.
Keburukan :
• Kebebasan menjadi tidak terbatas sehingga golongan yang lemah semakin tertindas.
• Keadaan ekonomi sangat tidak stabil. Misalnya, inflasi dan pengangguran muncul tiba-tiba.
• Munculnya kekuatan monopoli sehingga harga, jenis dan jumlah produksi ditentukan oleh suatu produsen.
• Timbulnya eksternalitas atau akibat sampingan yang merugikan masyarakat, seperti polusi dan kemacetan lalu lintas.

2. System ekonomi terpusat (komando) : system yang menetapkan pemerintah sebagai satu-satunya pihak yang harus menjawab 3 pertanyaan ekonomi denagn memiliki sepenuhnua SD dan kekuasaan untuk menetapkan keputusan.
Ciri-ciri :
• Pemerintah sepenuhnya menentukan dan mengatur corak kegiatan ekonomi.
• Alat-alat produksi dan SD dikuasai dan dimiliki oleh pemerintah atau negara.
• Tidak ada kebebasan bagi setiap orang dalam kegiatan ekonomi.
• Produksi ditentukan oleh pemerintah. Penyelesaian masalah pokok ekonomi tentang apa dan berapa barang yang diproduksi serta bagaimana cara memproduksi diselesaikan oleh pemerintah.
Kebaikan :
• Terjadinya kesamaan hak setiap individu sehingga penindasan dapat dihindarkan.
• Distribusi pendapatan nasional merata.
• Terjaganya stabilitas perekonomian.
• Harga barang-barang kebutuhan pokok terkendali.
• Tidak ada praktik monopoli.
• Tersediannya fasilitas public untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Keburukan :
• Hak milik perorangan terbatas.
• Kebebasan individu untuk berkreasi tidak ada.
• Potensi, kreasi, dan inovasi masyarakat tidak dapat berkembang.

3. System ekonomi campuran : system yang dikendalikan dan diawasi oleh pemerintah, tetapi masyarakat mempunyai kebebasan yang cukkup luas unutk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan.
Ciri-ciri :
• Kegiatan produksi vital untuk memenuhi kebutuhan rakyat banyak dikuasai oleh Negara atau pemerintah.
• Factor-faktor produksi dimiliki bersama antara pemerintah dan pihak swasta. Mereka juga bersama-sama melakukan kegiatan ekonomi.
• Hak milik individu diakui sepenuhnnya.
• kegiatan ekonomi yang tidak vital menyentuh rakyat banyak diserahkan kepada pihak swasta.

 
Leave a comment

Posted by on April 4, 2011 in tugas kuliah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: